Merendah (kan) ?

Posted in pelajaran hidup dengan kaitan (tags) , , , , , , on Oktober 27, 2009 by abi irawan

Sore kemarin selepas menyelesaikan pekerjaan kantor, seperti biasa saya menyempatkan diri untuk melepas penat di kantin. Ditemani dengan keri, dini dan secangkir es teh manis kami berbincang-bincang.

Topik yang dibahas sore itu adalah mengenai tulisan saya yang sebelumnya, mengenai seberapa terkenal kah anda di dunia maya?. Sebuah topik yang menggelitik di era sekarang ini. Adanya situs jejaring sosial friendster, facebook, twitter dan blog membantu kita untuk hadir di perselancaran di dunia maya.

Perkembangan teknologi internet dan sarana-sarana pendukungnya seperti pc, laptop, wifi, bahkan handphone semakin memudahkan kita untuk saling berhubungan dan membuat kita menjadi terkenal.

Saya sempat berucap dengan sangat bangga sekali bahwa bila nama saya di cari dengan menggunakan search engine yahoo dan google, akan menempatkan saya berada di posisi paling atas. Saya memang menganggap kalau diri saya adalah orang yang sangat gaul (hahahah darah congkak saya mungkin tertular dari film-film Inggris yang saya tonton). “Ketik nama abi irawan, maka kalian akan menemukan abi irawan yang ini” ujar saya sambil menepuk dada.

Dini menanggapi dengan dingin, bahkan kalau boleh dibilang hampir tidak ada tanggapan.
“Ayo dong din, lu cek dulu deh nama lu”, ujar saya.
“Nggak ah, ngapain juga, ngga ada untungnya.” jawab Dini dingin.
” Kan lo wartawan di dunia maya, blog punya, sekedar iseng-iseng aja”. Dini menjawab dengan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.

Berbeda dengan dini, keri lebih antusias menyambut tantangan saya ini. “Ah lu namanya cuman nama lengkapnya aja yah, coba lu cari nama gue dengan embel-embel nama band gue atau tempat gue kerja sekarang. Pasti lu akan menemukan nama gue di urutan teratas dan halaman yang banyak”. Jawab keri dengan ketus. “Gue ga bermaksud untuk menyombong loh”, selorohnya lagi.

narciussSeperti halnya Narcissus yang sangat bangga akan dirinya sendiri, saya meragukan akan ada teman saya yang lebih baik dari saya. Pandangan mencibir dan tidak percaya saya tujukan kepada keri, kejam memang. Saya sudah merendahkan dirinya sebelum saya mengecek kebenaran dari perkataannya. Akhirnya pembicaraan sore itu selesai dengan sendirinya tanpa ada kesimpulan akan kebenaran perkataan keri.

Keesokan harinya, selepas makan siang saya pun iseng-iseng untuk mengecek kebenaran akan perkataan keri kemarin. Saya pun memulai mengetikan namanya di mesin pencari google. Yup, benar apa yang dikatakan oleh keri kemarin. Namanya, entah itu diketik dengan embel-embel nama bandnya ataupun dengan nama tempat kerjanya menghasilkan jumlah halaman yang sangat banyak. Namanya pun terletak di urutan teratas dari mesin pencari tersebut. Saya kira selama ini saya yang lebih dibandingkan dia dalam perselancaran di dunia maya. Melihat hasil pembuktian ini hanya membuat saya tersenyum-senyum kecil, ternyata selama ini keri hanya merendah di depan saya setiap kali saya menceritakan keahlian saya dalam perselancaran di dunia maya.

Seberapa Terkenalnya Anda di Dunia Maya

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , , on Oktober 22, 2009 by abi irawan

Dunia maya merupakan alam yang sangat mengasikan untuk diarungi. Saat ini aktif di dunia maya (internet) merupakan pekerjaan yang umum dilakukan oleh orang-orang.

Pertanyaannya adalah, seberapa terkenal kah anda di dunia maya? untuk menguji nya bisa menggunakan metode yang sangat sederhana. Ketik nama anda menggunakan mesin pencari, bisa google atau yahoo. Di posisi berapakah anda berada? dan seberapa terkenalnya anda ?

Kalau saya, menggunakan google dan yahoo ada di posisi pertama dengan link me refer ke facebook saya. Bagaimana dengan anda?

VESPA BATIK 1961 – Menjaga warisan budaya dengan kebudayaan negara lain

Posted in gambar, vespa dengan kaitan (tags) , , , on Oktober 22, 2009 by abi irawan

Hari ini baru saja menghadiri launching sebuah portal wanita di daerah cikini, tepatnya Marios Place. Selesai menghadiri acara tersebut, pada saat perjalanan pulang mata saya tertuju pada sebuah benda yang sangat ajaib dan mengagumkan.

Sebuah maha karya seni tingkat tinggi dari kendaraan yang antik. Vespa tua buatan tahun 1961 dibalut dengan ukiran batik, terpampang di pintu keluar pertokoan tempat tersebut.

Motif batik sekar jagad berwarna hijau yang dalam proses pengerjaannya menggunakan canting dan cat besi menghiasi sekujur badan vespa tersebut. Proses pembatikan dari vespa ini memakan waktu 2 tahun lamanya, sebuah proses yang sangat lama bila dibandingkan dengan pengecetan biasa yang biasanya hanya memakan waktu maksimal 1 bulan. Tapi apabila melihat hasil akhir dari vespa ini tentu sangat membanggakan, apalagi vespa ini sangat eksklusif karena menjadikannya hanya satu-satunya di dunia.

IMG00301-20091022-1321Tampak Samping

Siem siem

Sejarah Ditulis Oleh Pemenang

Posted in Uncategorized on Oktober 22, 2009 by abi irawan

Terlalu sulit untuk menguraikan sejarah dari suatu peristiwa di masa lampau. Hal ini disebabkan bukti-bukti otentik (foto,tulisan,rekaman) yang dimiliki sangatlah sedikit bahkan bisa dibilang tidak ada.

Contoh dari peristiwa ini saya dapatkan ketika menonton sebuah film berjudul inglorious basterds. Pada film garapan Quentin Tarantino ini menggambarkan bahwa Hitler mati akibat usaha dari sekutu. Pada film-film mengenai Hitler yang saya tonton sebelumnya yang diantaranya Hitler – the Rise of Evil dan Valkyrie, memberikan penggambaran yang berbeda. Pada the Rise of Evil digambarkan bahwa Hitler meninggal di ruangan kamarnya, kematiannya pun tidak jelas. Sedangkan pada Valkyrie digambarkan bahwa Hitler selamat dari usaha percobaan pembunuhan yang ingin dilakukan terhadapnya.

Terlepas bahwa itu merupakan sebuah film, tapi bukankah seharusnya memberikan penggambaran yang mendekati kenyataan? apalagi tokoh Hitler tersebut jelas nyata adanya.

Sejarah bangsa Indonesia sendiri pun tidak luput dari ketidakjelasan adanya. Supersemar (Surat Perintah sebelas Maret) yang merupakan salah satu bukti untuk mengetahui sejarah di masa PKI tidak ketahuan jelas keberadaanya.

Sejarah yang merupakan bagian masa lalu yang berfungsi untuk mengetahui asal-usul kejadian sering kali dibelokan untuk entah itu melindungi, menutupi ataupun menggantikan bagian yang kelam.

KAsih Di Antara Remaja

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , , on Oktober 9, 2009 by abi irawan

ini merupakan salah satu usaha saya untuk merealisasikan resolusi tahun 2009. Masuk tv, atau setidaknya video klip yang akan ditayangkan di tv.

Lagu kasih diantara remaja ini merupakan sebuah lagu lama. Pada video klip ini di bagian tarik suara berdiri tuti maryati, yang dulu lebih terkenal di dunia keroncong.

Para musisi yang mengisi posisi tersebut merupakan cabutan.

Ga Jadi Mulu

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , , , , , , , , on Agustus 11, 2009 by abi irawan

Udah beberapa kali gue mencoba untuk menonton I’m Not There, a film by Todd Haynes.., tetapi ko ga pernah berhasil. Padahal moodnya udah di set untuk berfantasi ke alam lain.., hihihihi ni film memang aneh bin ajaib, permainan warna dan B/W nya kental banget. Plot2 yang selalu berpindah dalam adegan yg tidak lazim membuat gue selalu berakhir tertidur di sekitar menit ke 60.

Apa lagi yah yg harus di set untuk menikmati film ini dari awal sampai akhir..??

Ding Dangg…

Posted in prosa dengan kaitan (tags) on Oktober 28, 2008 by abi irawan

Dig dag dig dug dig….

aku menikmatinya nieehh…
kalo ngga percaya pegang deh dadaku
jantung ku berdetak
sangat kencang
dan iramanya tak beraturan

Dig dag dig dug dig…

aku menikmatinya niehh..
bahkan aku tergetar ketika harus menyapamu
menatapmu pun akan menyunggingkan senyum dibibirku

dig dag dig dugg digg..

udah yah…

loh kok..???

iyahhh segini ajahhh…
biar orang ga tau
biar kita tersipu malu, kalo kita mengenangnya
biar kita sendiri ga cukup tahu
sampai nanti kan datang saatnya

udah yahh…

dig dag dig dug dig…

aku masih deg deg an nihh….
hihihihihihihi

Depresi Cinta Segitiga

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , , on Oktober 28, 2008 by abi irawan

Ah kau begitu menggoda
Haruskah ku melewatkannya?
Saat dirinya tak sedang bersama
Hadir mu begitu nyata

Ditengah kesunyian
Dan kebimbangan
Kau menawarkan kesenangan

Ah kau begitu menggoda
Ku ajak bicara
Kau tak menampiknya
Dan ku pun menghela

Padahal kau tahu
Ku sudah ada yang punya
Dan ku pun tahu kau tak berdua

Ah kau begitu menggoda
Sayang tuk melewatkannya
lagipula kau pun seperti menikmatinya
Jadi ya sudah biarkan saja

Toh kalo ada yg terluka

Itu kita semua…

bore

Posted in prosa dengan kaitan (tags) , , , on September 25, 2008 by abi irawan

ohh i feel so old

can you see i’m getting cold

but i’m still trying to…

i’m dizzy miss lizzie

of rotating make me crazy

but im still trying to….

but i feel now it’s enough .. trying to..

and i just want to stop .. trying to ..

so please let me stop .. trying to

coz i just bore…

My lung become worn out

coz i im running lack oxigen

but i keep trying to….

but i feel now it’s enough .. trying to..

and i just want to stop .. trying to ..

so please let me stop .. trying to

coz i just bore…

Beppu Menkan …. Hidangan Jepang, Nuansa Amerika ?

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , , on Juni 27, 2008 by abi irawan

Sudah pernah merasakan makan di Beppu Menkan?, sebuah restoran yang kalau saya lihat mengkhususkan diri di masakan Jepang.

Sabtu (15/3) lalu saya memutuskan untuk merasakan yang baru dalam hal memuaskan isi perut. Sekitar jam 4 sore, saya menuju Pondok Indah Mall. Tujuan utama saya adalah untuk menonton film 10,000 bc atau Vantage Point. Setelah mengikuti konsep antrian yang berubah hingga kita bisa membeli tiket untuk menonton pertunjukan pada jam berapa pun di bioskop selama 10 menit, tibalah saya berhadapan dengan penjual tiket yang menanyakan film yang akan saya tonton. Ketika saya menyebutkan 10,000 bc, tiket film tersebut untuk dua jam pertunjukan ke depan sudah fully booked. Karena enggan untuk pulang larut, lalu saya menyebutkan film Vantage Point. Tiket untuk film ini tidak pula lebih baik, karena hingga dua jam pertunjukan ke depan yang tersisa adalah barisan paling depan. Sungguh bukan posisi yang menyenangkan untuk menonton film, sehingga saya memutuskan untuk membatalkan niat saya untuk menonton. Konsep antrian yang baru ini sebenarnya diperuntukan untuk memudahkan dan mengeliminasi panjangnya antrian. Entah kenapa yang saya rasakan justru membuat bingung jam berapa kita harus mengantri. Kalo dulu kita bisa memprediksikan bahwa kita harus datang minimal satu jam lebih awal untuk menonton pertunjukan satu jam ke dapan, sekarang untuk menonton pertunjukan di dua jam ke depan saja kita belum tentu dapat mendapatkan tiketnya.

Ya sudahlah, cukup dengan keluh kesah antrian bioskop. Untuk menghibur diri karena saya tidak bisa memuaskan keinginan mata dan hati dengan film yang akan saya tonton, maka saya memutuskan untuk menghibur perut dan pencernaan saya. Kebetulan dua minggu sebelumnya saya mendapatkan voucher untuk makan di restoran Beppu. Jadi saya pikir tidak ada salahnya untuk mencicipi hidangan yang disajikan di restoran ini. Dari luar restoran terlihat pohon-pohon bambu dan ornamen kayu sebagai identitas disain yang coba mengarahkan pikiran kita bahwa restoran ini merupakan restoran makanan Jepang. Hal ini diperkuat lagi dengan daftar menu yang ditaruh di luar restoran. Saya melihat nama-nama jenis makanan yang berasal dari negeri matahari terbit.

Setelah saya memasuki restoran tersebut, pikiran saya tiba-tiba berubah. Ternyata ini bukan murni sebuah restoran yang menerapkan konsep Jepang secara keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh musik yang mengalun dari sound sistem pada restoran tersebut. Karena musik yang diputar adalah lagu-lagu dari Elvis Presley, dan bahkan kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu dari The Beatles. Wah saya merasa seperti masuk ke restoran cepat saji yang menyajikan burger dan minuman soda sebagai hidangan utamanya. Tanpa bermaksud mendiskreditkan kedua legenda tersebut yang kebetulan juga idola saya, ada baiknya lagu-lagu tersebut tidak diputar di restoran Beppu ini. Lagu-lagu dari kedua legenda tersebut berirama rock & roll, yang membuat orang bergerak dengan cepat dan sepertinya tanpa sengaja membuat kita berpikir ayo selesaikan makanmu-bayar tagihannya-dan segeralah pulang. Konsep musik ini berbeda dengan disain interior nya yang menawarkan keyamanan (dari suasana lampu yang tidak terlalu terang tapi masih memungkinkan kita untuk membaca), ketenangan (adanya visual ornamen kayu dan pohon bambu) dan Ke-Jepangan (dari daftar makanan dan visual yang tercipta).

Lima menit membaca daftar menu makanan, membuat saya memutuskan untuk memesan Bento Chicken Katsu dan OniyamaJigoku Ramen. Pemesanan bento ini bukan tanpa alasan, ingin mencoba membandingkan dengan bento-bento yang ada dari restoran yang sejenis membuat saya tergelitik untuk mencobanya. Bento Chicken Katsu yang ada disini boleh dibilang cukup komplit. Dengan harga dibanderol 25 ribu rupiah, belum termasuk pajak, bento ini menyajikan daging ayam yang lembut dan terasa nyaman di kunyah. Sayuran yang disajikan sebagai nilai tambah pun bervariasi, ada yang menggunakan bumbu mayonnaise dan ada pula yang hanya berupa acar. Adanya gorengan yang menyerupai bakwan pada paket bento tersebut, juga memiliki rasa yang tidak boleh diremehkan. Melengkapi bento tersebut, disajikan beberapa potong buah-buahan sebagai hidangan pencuci mulut. Sungguh harga yang pantas dengan kuantitas dan kualitas yang diberikan dari Bento Chicken Katsu.

Hidangan selanjutnya adalah Ramen, salah satu makanan wajib bagi orang Jepang yang memiliki penggemar tersendiri. OniyamaJigoku Ramen ini menyajikan mie berkuah dengan tambahan potongan ayam yang digoreng dengan tepung dan jamur. Aroma yang ditimbulkan dari racikan bumbu-bumbu pada ramen tersebut cukup menggoda, dan membuat kita ingin segera memakannya. Seperti apa yang dikatakan oleh Naruto, bahwa ramen yang terbaik dapat dirasakan dari kuahnya. Kuah OniyamaJigoku ini dapat membuat siapa pun yang tadinya mengantuk akan menjadi segar kembali. Pedas yang ditimbulkan akan meninggalkan jejak di mulut kita, yang membuat kita tidak ingin berhenti mengkonsumsinya. Sayangnya kenikmatan dari kuah ramen ini tidak diikuti oleh mie nya. Mie tersebut terasa agak begitu keras, sehingga akan terasa kurang nyaman dalam mengkonsumsinya.

Secara keseluruhan restoran Beppu Menkan ini cukup menyenangkan. Makanan yang disajikan dapat mengenyangkan sekaligus memberikan kesenangan pada pencernaan. Interior yang bernuansa Jepang dengan ornamen kayu sebagai elemen utama dapat memberikan kenyamanan kepada pengunjung yang datang. Namun ada baiknya perlu diperhatikan oleh pengelola untuk musik yang berfungsi sebagai elemen pendukung, sehingga akan menambah kenyamanan dari restoran Beppu.

Nilai : * * * *

PS : Tulisan ini sudah pernah di muat di milis2, dan entah karena tulisan ini atau bukan lagu2 rock n rollnya sudah tidak diputar lagi…. jadi tambah bintang 1/2 deh