Sore kemarin selepas menyelesaikan pekerjaan kantor, seperti biasa saya menyempatkan diri untuk melepas penat di kantin. Ditemani dengan keri, dini dan secangkir es teh manis kami berbincang-bincang.
Topik yang dibahas sore itu adalah mengenai tulisan saya yang sebelumnya, mengenai seberapa terkenal kah anda di dunia maya?. Sebuah topik yang menggelitik di era sekarang ini. Adanya situs jejaring sosial friendster, facebook, twitter dan blog membantu kita untuk hadir di perselancaran di dunia maya.
Perkembangan teknologi internet dan sarana-sarana pendukungnya seperti pc, laptop, wifi, bahkan handphone semakin memudahkan kita untuk saling berhubungan dan membuat kita menjadi terkenal.
Saya sempat berucap dengan sangat bangga sekali bahwa bila nama saya di cari dengan menggunakan search engine yahoo dan google, akan menempatkan saya berada di posisi paling atas. Saya memang menganggap kalau diri saya adalah orang yang sangat gaul (hahahah darah congkak saya mungkin tertular dari film-film Inggris yang saya tonton). “Ketik nama abi irawan, maka kalian akan menemukan abi irawan yang ini” ujar saya sambil menepuk dada.
Dini menanggapi dengan dingin, bahkan kalau boleh dibilang hampir tidak ada tanggapan.
“Ayo dong din, lu cek dulu deh nama lu”, ujar saya.
“Nggak ah, ngapain juga, ngga ada untungnya.” jawab Dini dingin.
” Kan lo wartawan di dunia maya, blog punya, sekedar iseng-iseng aja”. Dini menjawab dengan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
Berbeda dengan dini, keri lebih antusias menyambut tantangan saya ini. “Ah lu namanya cuman nama lengkapnya aja yah, coba lu cari nama gue dengan embel-embel nama band gue atau tempat gue kerja sekarang. Pasti lu akan menemukan nama gue di urutan teratas dan halaman yang banyak”. Jawab keri dengan ketus. “Gue ga bermaksud untuk menyombong loh”, selorohnya lagi.
Seperti halnya Narcissus yang sangat bangga akan dirinya sendiri, saya meragukan akan ada teman saya yang lebih baik dari saya. Pandangan mencibir dan tidak percaya saya tujukan kepada keri, kejam memang. Saya sudah merendahkan dirinya sebelum saya mengecek kebenaran dari perkataannya. Akhirnya pembicaraan sore itu selesai dengan sendirinya tanpa ada kesimpulan akan kebenaran perkataan keri.
Keesokan harinya, selepas makan siang saya pun iseng-iseng untuk mengecek kebenaran akan perkataan keri kemarin. Saya pun memulai mengetikan namanya di mesin pencari google. Yup, benar apa yang dikatakan oleh keri kemarin. Namanya, entah itu diketik dengan embel-embel nama bandnya ataupun dengan nama tempat kerjanya menghasilkan jumlah halaman yang sangat banyak. Namanya pun terletak di urutan teratas dari mesin pencari tersebut. Saya kira selama ini saya yang lebih dibandingkan dia dalam perselancaran di dunia maya. Melihat hasil pembuktian ini hanya membuat saya tersenyum-senyum kecil, ternyata selama ini keri hanya merendah di depan saya setiap kali saya menceritakan keahlian saya dalam perselancaran di dunia maya.


